Bisnis Tetap Lancar, Pahala Tetap Jalan? Sustainable Business di Era Digital

Sustainable Business

Sustainable Business, atau bisnis berkelanjutan, mungkin telah menjadi familiar bagi para pengusaha di berbagai skala usaha, mulai dari mikro hingga menengah. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan bisnis yang diharapkan dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.

Selain fokus pada aspek lingkungan, sustainable business juga diharapkan memberikan dampak yang signifikan, terutama bagi pelaku UMKM. Harapan dari sustainable business adalah bisnis yang tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga memiliki dampak sosial, hukum, dan lingkungan yang positif. Namun, apa sebenarnya makna dan dampak nyata yang dihasilkan dari Sustainable Business ini? Mari kita temukan jawabannya dalam artikel ini dengan semangat Ramadan.

Apa Sih Itu Sustainable Business?

Sustainable business, atau bisnis berkelanjutan, merupakan istilah bahasa Inggris yang merujuk pada model bisnis yang berkelanjutan. Dalam konsepnya, sustainable business tidak hanya memberikan manfaat secara singkat, tetapi juga berfokus pada kelangsungan jangka panjang, sehingga perusahaan atau pelaku bisnis tidak hanya menciptakan dampak ekonomi, tetapi juga menciptakan nilai sosial yang bermanfaat secara luas, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.

Manfaat dari Sustainable Business

Dari konsep yang telah dijelaskan, kita dapat memahami bahwa Sustainable Business memiliki tidak hanya satu, tetapi beberapa tujuan dan manfaat yang signifikan bagi perusahaan, terutama dalam konteks bulan Ramadan yang dipenuhi dengan semangat kebaikan dan berbagi:

1.  Meningkatkan Profit atau Keuntungan

Setiap perusahaan tentu memiliki tujuan untuk menghasilkan profit atau keuntungan. Dengan menerapkan Sustainable Business, perusahaan dapat meningkatkan profitabilitasnya karena masyarakat cenderung lebih memilih perusahaan yang peduli tidak hanya pada keuntungan finansial, tetapi juga pada aspek sosial dan lingkungan. Hal ini dapat membantu perusahaan menarik lebih banyak pelanggan dan membangun loyalitas konsumen yang kuat, terutama dalam jangka panjang.

2.  Mengoptimalkan Efisiensi dan Kelangsungan Bisnis

Sustainable Business, dengan memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasionalnya. Dengan menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dan mengurangi pemborosan, perusahaan dapat mengoptimalkan pengeluaran dan meningkatkan kelangsungan bisnisnya.

3.  Menjaga Kelestarian Alam

Dalam menjaga kelangsungan bisnisnya, perusahaan perlu memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan. Dengan menerapkan Sustainable Business, perusahaan dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya dapat bertahan dalam jangka panjang, tetapi juga dapat membantu menjaga keberlanjutan lingkungan, yang sesuai dengan semangat Ramadan yang menekankan pentingnya menjaga dan memelihara alam.

4.  Menarik Minat Investor

Manfaat lain dari Sustainable Business adalah kemampuannya untuk menarik minat investor. Perusahaan yang menerapkan prinsip bisnis berkelanjutan ini cenderung memiliki reputasi yang baik di mata investor karena dianggap lebih dapat diandalkan dan memiliki visi jangka panjang. Dalam suasana Ramadan yang penuh dengan semangat kebaikan, investor cenderung lebih tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan yang berkomitmen pada prinsip-prinsip keberlanjutan dan bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

Gimana Sih Cara Kerja dari Sustainable Business

Prinsip yang digunakan dalam Sustainable Business tidak jauh berbeda dengan tujuan yang ingin dicapai. Namun, secara rinci, prinsip dalam bisnis berkelanjutan ini dikenal dengan istilah Triple Bottom Line (TBL), yang diusung oleh John Elkington.

Ia mengemukakan tiga dimensi sebagai prinsip untuk mengukur keberlanjutan dari suatu usaha atau bisnis, yaitu dimensi alam, sosial, dan ekonomi. Dimensi alam mencakup isu-isu seperti konsumsi, polusi, limbah, dan penelitian pengembangan; dimensi sosial melibatkan kepuasan karyawan, perputaran karyawan, pelatihan, kepuasan konsumen, keterhubungan dengan masyarakat, dan kegiatan filantropis. Sedangkan dimensi ekonomi, menurut Borga et al, mencakup perhatian terhadap kinerja perusahaan dari segi sumber daya (modal dan aset kerja) dan keuangan (laba/rugi).

Dalam semangat Ramadan yang penuh berkah, prinsip-prinsip ini membimbing perusahaan untuk menjalankan bisnisnya dengan memperhatikan aspek alam, sosial, dan ekonomi secara seimbang, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat.

Nah contohnya apa sih, salah satunya itu Green Rebel Brand fesyen ramah lingkungan mengadakan program di bulan Ramadan yaitu “Green Ramadan” untuk donasi pakaian bekas dan webinar tentang busana berkelanjutan. Tak hanya itu Kampoeng sayur Platform e-commerce sayur segar menawarkan paket takjil sehat dan program “Tebar Berkah Ramadan” untuk masyarakat prasejahtera.

Optimalkan bisnis kamu di era digital dengan Sustainable Business. #jalanbareng SKENA

Share This Post: