Iklan Storytelling, Marketing Jitu di Bulan Ramadan!

Iklan storytelling Ramadan

Di tengah dinamika perubahan perilaku konsumen dan kebutuhan pasar, bulan Ramadan menjadi waktu yang sangat strategis bagi pelaku bisnis untuk membangun hubungan dengan konsumen.

Pada bulan Ramadan, aktivitas online meningkat 15-20% penggunaannya.

Hal ini harus diketahui para pelaku bisnis agar bisa memanfaatkan media online dengan lebih efektif untuk menarik perhatian konsumen.

Salah satu cara menarik perhatian konsumen adalah dengan menyajikan konten-konten yang relevan dengan bulan Ramadan.

Berdasarkan riset yang dilakukan Nielsen, bahwa 72% responden di Indonesia menonton video online selama Ramadan.

Durasi menonton video online-pun meningkat 30% selama Ramadan.

Bisa dipahami, bahwa ada 2 poin yang bisa kamu manfaatkan untuk menarik perhatian konsumen yaitu “Konten yang relevan” dan “Konten video”.

Di era digital saat ini, pemasaran tidak lagi sebatas mengenai produk atau jasa yang ditawarkan, tetapi bagaimana pesan disampaikan kepada audiens dengan cara yang mendalam.

Bulan Ramadan sebagai momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia, menjadi waktu yang tepat bagi pelaku bisnis untuk memanfaatkan kekuatan iklan storytelling.

Melalui penggunaan narasi yang kuat dan bernuansa Ramadan, iklan storytelling mampu menciptakan ikatan emosional dengan konsumen, dan membangun hubungan yang lebih dekat. 

Lantas, mengapa harus iklan storytelling?

Momen yang Tepat

Karena tingginya tingkat religiusitas, masyarakat lebih fokus pada ibadah dan spiritualitas, sehingga mereka lebih terbuka terhadap konten yang positif dan inspiratif.

Iklan storytelling yang relevan dengan nilai-nilai Ramadhan, seperti berbagi, kepedulian, dan forgiveness, akan lebih mudah diterima oleh audiens.

Sehingga iklan storytelling di Bulan Ramadan adalah pilihan yang tepat untuk meningkatkan engagement.

Kebersamaan keluarga

Momen Ramadhan identik dengan kebersamaan keluarga, sehingga konten yang dapat dinikmati bersama akan lebih diminati, salah satunya konten yang berbentuk video.

Waktu luang yang lebih banyak

Masyarakat memiliki waktu luang yang lebih banyak karena jam kerja yang lebih pendek dan tradisi buka puasa bersama.

Sehingga masyarakat punya banyak waktu untuk menatap layar handphone.

Beberapa brand yang berhasil memanfaatkan Iklan Storytelling di bulan Ramadan yaitu:

  • Iklan “Berkah Ramadan” dari Telkomsel: Iklan ini menceritakan kisah seorang anak yang belajar tentang arti berbagi di bulan Ramadhan.

Melalui Iklan ini, Telkomsel berhasil mendapatkan 10 juta views dan meningkatkan engagement rate di media sosial Telkomsel sebesar 30%.

  • Iklan “Kasih Ibu” dari Indofood: Iklan ini menceritakan kisah seorang ibu yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya di bulan Ramadhan.

Indofood berhasil mendapatkan 5 juta views dan meningkatkan brand awareness Indofood sebesar 15%.

  • Iklan “Sentuhan Cahaya” dari lux, Iklan “Jaga Mulut Sepenuhnya” dari Listerine, dan masih banyak iklan storytelling yang kerap dimanfaatkan berbagai brand di bulan Ramadan.

Storytelling adalah cara yang efektif untuk menarik perhatian dan membangun hubungan emosional dengan audiens.

Iklan storytelling yang menarik dan menyentuh hati akan lebih mudah diingat dan dibagikan oleh audiens sehingga jangkauan bisnismu  akan semakin luas.

Itulah mengapa berbagai persiapan seperti target audiens, ide cerita, penulisan skrip, dan berbagai hal teknis harus disiapkan dengan baik.

Kamu, bisa ikut #JalanBareng Skena biar kami bantu persiapkan iklan storytelling bisnismu!

Share This Post: