Lebaran Segera Tiba! Siapkan 4 Hal Ini Agar Marketing Bisnismu Makin Cuan

Lebaran

Lebaran tahun ini menandai perbedaan signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, pemulihan ekonomi Indonesia telah mencapai tingkat yang sama seperti sebelum pandemi.

Menurut Yusuf Rendy Manilet, seorang ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE), diprediksi bahwa Ramadan dan Lebaran tahun 2024 akan memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi sebesar 5% hingga 5,5% year on year. Hal ini mengindikasikan peningkatan konsumsi masyarakat yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk menghadapi situasi ini dan memanfaatkan peluang sebaik mungkin, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan. Simak informasinya di bawah ini!

Pastikan ketersediaan produk atau jasa sesuai dengan permintaan yang ada.

Mendekati momen Lebaran, terdapat kekhawatiran ekonomi terkait potensi peningkatan inflasi akibat tingginya permintaan pasar.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, penting bagi para penjual untuk mempersiapkan stok produk atau jasa dengan baik sejak jauh-jauh hari.

“Sehingga ketika memasuki bulan Ramadan dan Lebaran, permintaan yang tinggi dari masyarakat dapat dipenuhi dengan baik, dan kenaikan inflasi dapat diminimalisir,” ungkap Yusuf seperti yang dilansir oleh Kontan (26/02/2023).

Selain memastikan keseimbangan antara pasokan dan permintaan, langkah antisipasi semacam ini juga membantu mencegah kekecewaan pelanggan akibat ketersediaan produk yang kurang memadai.

Jika situasi ini terjadi, bukan hanya pelanggan yang akan merugi. Namun, juga kesempatan untuk mendapatkan keuntungan akan terlewatkan.

Terapkan Strategi Pemasaran Baru

Khusus untuk bulan Ramadan. Tunjangan Hari Raya (THR) dapat meningkatkan daya beli pelanggan, yang mengindikasikan potensi untuk meningkatkan penjualan. Untuk menarik perhatian konsumen dan membedakan bisnismu dari pesaing, berikan nilai tambah melalui berbagai strategi pemasaran, seperti memberikan kupon belanja, diskon, clearance sale, atau promo gratis ongkir. Namun, penting untuk tetap mempertimbangkan keuntungan yang ingin dicapai dan menghitung break even point (BEP) sebelum menentukan strategi promosi yang tepat.

Ikuti Preferensi Waktu Pelanggan

Selama bulan Ramadan untuk meningkatkan efektivitas strategi penjualan. Kebiasaan pelanggan berubah saat momen sahur dan berbuka puasa, dengan lebih aktif di media sosial pada jam 3 hingga 5 pagi serta mencari informasi resep makanan atau tempat berbuka puasa.

Menurut Arcs and Curves, waktu terbaik untuk kampanye online adalah jam 3 pagi saat sahur dan jam 7 malam saat berbuka puasa, dengan peningkatan penjualan mencapai 17% pada jam 3 pagi selama bulan Ramadhan. Toko offline dapat mempertimbangkan pembukaan hingga malam atau lebih awal setiap pagi untuk menyesuaikan dengan aktivitas pelanggan seperti sahur bersama dan ngabuburit.

Hias Tampilan Toko Online dan Offline

Saat berkunjung ke tokomu, baik secara online maupun offline, pelanggan hanya memiliki beberapa detik untuk memutuskan apakah akan melanjutkan kunjungannya atau tidak. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup digital yang membuat manusia kehilangan fokus dalam waktu 8 detik, menurut studi Microsoft Corp.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan tokomu menarik perhatian pelanggan dengan dekorasi yang menarik, terutama saat menyambut momen Idul Fitri. Tambahkan sentuhan khas Lebaran seperti ketupat, gambar kubah masjid, dan menggunakan warna hijau, putih, atau emas.

Namun, jangan lupakan tampilan produk yang ramah pelanggan. Pastikan foto produk memiliki pencahayaan yang cukup dan deskripsi yang jelas di situs web. Di toko offline, letakkan produk unggulan di etalase depan untuk menarik minat pelanggan.

Riset Mengenai Preferensi Pelanggan

Untuk memastikan strategi pemasaranmu tepat sasaran, kenali terlebih dahulu calon pelangganmu. Berdasarkan karakteristik mereka, jenis-jenis pelanggan yang mungkin akan kamu temui meliputi konsumen setia, konsumen diskon, konsumen impulsif, dan konsumen baru.

Perbedaan dalam jenis konsumen ini mengharuskanmu untuk mengadopsi strategi yang berbeda. Oleh karena itu, lakukan riset untuk mengenali karakteristik dan preferensi konsumen, seperti dengan wawancara, bertanya kepada pemilik bisnis sejenis, atau melakukan survei di media sosial.

Butuh bantuan dalam melakukan riset konsumen? Jangan ragu untuk menghubungi SKENA #jalanbareng. Kami siap membantu kamu dalam Business Strategy dengan  cara profesional!

Share This Post: